Seminar Guru Mandarin
LATAR BELAKANG
Seiring dengan makin tingginya kebutuhan masyarakat akan bahasa Mandarin sebagai alat komunikasi, maka kini pemilihan kurikulum bahasa Mandarin harus benar-benar dilakukan secermat mungkin. Hanya saja, masih banyak guru Mandarin di sekolah maupun pihak pengelola sekolah dan lembaga kursus sebagai pihak out sourcing yang sering kali diajak bekerja sama oleh sekolah untuk melaksanakan program intrakurikuler, tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang kurikulum bahasa Mandarin untuk sekolah.
Dalam banyak kasus, pembelajaran bahasa Mandarin di sekolah hanya sekedar memindahkan kursus bahasa Mandarin ke dalam lingkungan sekolah. Dengan demikian, bobot mutu pelajaran tersebut sama sekali tidak memenuhi syarat kelayakan suatu mata pelajaran sekolah. Hal ini dapat dilihat dari pemilihan bahan ajar yang sekenanya
, aktivitas pembelajaran yang monoton, guru Mandarin yang galak, pelaksanaan evaluasi belajar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan hasilnya, dan lain-lain. Tentu saja, masalah tersebut di atas berdampak pada minat siswa untuk belajar. Tidak sedikit siswa yang alergi
dengan mata pelajaran dan guru bahasa Mandarinnya. Bisa dibayangkan jika selama kurun waktu 6-7 tahun terakhir, sejak era pemerintahan Gus Dur, pembelajaran bahasa Mandarin di sekolah masih jauh dari memadai.
Melalui ajang promosi ini, saya bermaksud memperkenalkan dengan lebih luas lagi kepada para guru bahasa Mandarin yang mengajar di sekolah mengenai KURIKULUM DAN BUKU AJAR TEMATIK BAHASA MANDARIN DI SEKOLAH. Tema tersebut di atas saya anggap penting untuk disampaikan karena pada dasarnya, pembelajaran bahasa Mandarin ada dua macam, yaitu sebagai bahasa pertama (bahasa ibu/mother tongue) dan sebagai bahasa asing (bahasa kedua/foreign language). Nah, yang seharusnya diajarkan di semua sekolah di Indonesia, mulai tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA), bahkan di tingkat Perguruan Tinggi sekalipun adalah bahasa Mandarin sebagai bahasa asing, yang kedudukannya sama dengan pelajaran bahasa asing lain, seperti bahasa Inggris, Jerman, Perancis, dan lain-lain. Tetapi pada kenyataannya, pembelajaran bahasa Mandarin di sekolah-sekolah adalah sebagai bahasa pertama, dengan mengambil secara utuh kurikulum dari Singapura, RRC, maupun Taiwan.
Jika kurikulum tersebut diterapkan pada sekolah-sekolah international, yang nota bene adalah friendchise dari negara-negara tersebut di atas, tidak masalah. Mengapa demikian? Karena para siswa yang bersekolah di sekolah tersebut memang dipersiapkan untuk bisa melanjutkan studinya di negara tersebut. Lalu bagaimana dengan siswa lain yang bersekolah di sekolah nasional/regular? Apakah bijaksana menerapkan pembelajaran bahasa Mandarin dengan kurikulum dan buku ajar yang super sulit, sedangkan 99% siswa adalah orang Indonesia asli (baca: pribumi), dengan lingkungan masyarakat yang juga sangat awam terhadap bahasa ini?
Berangkat dari masalah dan kenyataan di lapangan itulah, saya rasa promo ini sangat penting untuk dilakukan secara intensif dan sesering mungkin, mengingat gempuran kurikulum dari negara-negara tersebut di atas semakin kencang, sementara pihak sekolah serta siswa di lain pihak, menjadi pihak yang semakin buta
, sehingga mau tidak mau mengikuti sistem pembelajaran yang salah arah dan salah sasaran.
MAKSUD DAN TUJUAN promo ini adalah sebagai berikut:
- Mensosialisasikan kurikulum tematik bahasa Mandarin di sekolah,
- Menjelaskan pengertian pentingnya pembelajaran secara tematik,
- Menjelaskan perbedaan pendekatan pengajaran bahasa Mandarin sebagai bahasa pertama dan bahasa asing,
- Memberikan kesempatan kepada para guru bahasa Mandarin di sekolah untuk meningkatkan mutu pelajaran bahasa Mandarin di tempatnya mengajar,
- Menjelaskan cara pemakaian buku ajar tematik, beserta aktivitas pembelajarannya, Silabus, RPP, media ajar dan sistem evaluasi belajar siswa
WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN sebagai berikut:
TARGET PESERTA sebagai berikut:
- Sasaran utama kegiatan promo ini tentu saja para guru bahasa Mandarin yang mengajar di sekolah formal, bukan guru di tempat kursus bahasa. Jadi yang diundang pada acara ini sebaiknya mereka yang berkompeten untuk memutuskan bahan ajar, tetapi sebaiknya tidak menutup kemungkinan juga untuk mengundang pihak pelaksana sekolah.
- Mahasiswa Jurusan Sastra Cina/FKIP Mandarin, baik SI maupun D3 dari Universitas Bina Nusantara, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Darma Persada, Universitas Indonesia, Universitas Bunda Mulia dan Institut Xin Ya (Asemka - Jakarta Pusat)
BIAYA
Mengenai biaya untuk menghadiri acara ini sebesar Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah). Adapun biaya yang tercantum sudah termasuk makan siang, dan sertifikat dapat di transfer ke nomor rekening BCA 2301297001 atas nama PRISKA HERMIN LEONNY, Bukti transfer &
Form Pendaftaran Pelatihan Bahasa Mandarin harap di fax ke (021) 84997680, sedangkan contoh buku ajar bisa diakses peserta di website LBM SINO pada bagian Curriculum.
Jika anda berminat untuk turut serta dalam kegiatan ini, boleh langsung menghubungi (021) 849-97680 dengan Sdr. Erick/Sdri. Lantri untuk Informasi dan Pendaftaran. Terima Kasih.
PENUTUP
Demikian kiranya informasi mengenai seminar KURIKULUM DAN BUKU AJAR BAHASA MANDARIN DI SEKOLAH.
Kiranya kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Terima kasih.